Liputan6.com, Jakarta Flu burung merupakan penyakit yang disebabkan virus avian influenza. Virus tersebut terdiri dari beberapa jenis, di antaranya virus H5N1 dan H7N9.

Di Indonesia, virus H5N1 pernah menjadi wabah dan menyebabkan banyak kasus flu burung. Sementara, virus H7N9 baru ditemukan dan menyerang warga di Tiongkok. Meski begitu, virus H7N9 harus diwaspadai jika sewaktu-waktu masuk ke Indonesia dan mencegah terjadinya wabah.

Langkah pencegahan bisa dilakukan dengan lebih dulu mengetahui perbedaan gejala influenza dengan gejala flu burung.

Gejala influenza dan flu burung kurang lebih memiliki gejala yang sama, yaitu demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, letih, dan mual.

“Gejala flu burung sama, tapi kalau makin berat harus hati-hati,” ucap Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, dalam acara simulasi pandemi influenza yang berlangsung pada 19-20 September 2017 di Kota Tangerang Selatan.

Dia mengimbau, jika menemui gejala flu yang tak kunjung sembuh, apalagi disertai kontak dengan unggas, sebaiknya memeriksakan diri untuk mendeteksi apakah ada indikasi terkena virus flu burung.

Peran masyarakat ini sangat membantu untuk mencegah penyebaran virus flu burung.

“Masyarakat terutama yang memelihara unggas atau sering melakukan kontak dengan unggas, tidak boleh menganggap remeh flu. Laporkan dan periksakan diri ke rumah sakit,” pungkasnya. 

Saksikan juga video berikut ini: 

Isi dan Hak Cipta sepenuhnya milik sumber berita atau penulis.
Sumber : http://health.liputan6.com/read/3101791/apa-bedanya-gejala-influenza-biasa-dengan-flu-burung