Namun, bayang-bayang karakter negatif juga bisa menyerang anak, misalnya membuat anak cenderung ingin sesuatu yang mudah dan cepat.

“Mereka cenderung mudah menyerah dengan sesuatu yang butuh ‘usaha’ lebih. Kalau bermain puzzle dibutuhkan penekanan-penekanan, kalau di gadget tinggal geser-geser layar,” kata dia.

Selain itu, anak berisiko kurang peka terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, karena terlalu terpaku pada screen dan game yang mereka mainkan.

Karakter negatif lainnya adalah berkembangnya nilai-nilai negatif yang terpengaruh dari konten game.

“Ada risiko muncul materi tidak pantas untuk anak, risiko perundungan siber, pengembangan nilai tidak sesuai misal game berantem-berantem terus, muncul agresivitas, nilai komersialisme dan konsumerisme,” kata dia.

Dia menyarankan, selain mendampingi, orangtua juga perlu memaksimalkan penggunaan children-mode, restricted-mode dan filter pada gawai untuk meminimalisasi efek negatif game.
(Lia Wanadriani Santosa/AntaraNews)

Isi dan Hak Cipta sepenuhnya milik sumber berita atau penulis.
Sumber : http://m.liputan6.com/health/read/3102642/apa-dampak-main-game-pada-karakter-anak