Pada 23 September mendatang, Matahari akan berada tepat di atas Indonesia, menyebabkan temperatur udara tinggi.

“Konsekuensinya suhu pada umumnya akan lebih panas dibandingkan ketika Matahari jauh dari wilayah Indonesia, seperti pada 22 Juni atau 22 Desember, saat Matahari jauh dari Indonesia,” kata Mulyono.

Saat Matahari tepat berada di atas Indonesia, suhu udara rata-rata berada di angka 29-35 derajat Celsius.

Suhu udara maksimum setiap hari, Mulyono menjelaskan, berbeda sesuai dengan pergerakan Matahari.

Misalnya, suhu pagi hari 28 derajat Celsius akan terus meningkat hingga puncak 35 derajat di siang hari, lalu kembali turun hingga menjelang sore hari.

Cuaca panas tetap berlangsung hingga malam hari karena potensi pertumbuhan awan, yang berfungsi sebagai penghalang radiasi Matahari, sedikit.

Sedikit awan menyebabkan radiasi Matahari langsung masuk ke Bumi sehingga suhu tidak langsung turun menjelang sore, ketika Matahari terbenam.

(Natisha Andarningtyas/AntaraNews)

Isi dan Hak Cipta sepenuhnya milik sumber berita atau penulis.
Sumber : http://health.liputan6.com/read/3102799/cuaca-di-jakarta-makin-panas-ini-penyebabnya