Indopos.co.id – Tuberkulosis atau TB adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang juga merupakan salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Tanpa pengobatan, penyakit ini akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama. Penyakit TB dapat menyerang siapa saja, tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin atau kaya.

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan dunia dan lebih banyak terjadi di Negara berkembang. Diperkirakan 8 juta kasus TB terjadi setiap tahun yang dua pertiganya di Asia dan pasifik. Menurut data regional World Health Organization (WHO) jumlah terbesar kasus TB terjadi di Asia Tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus TB di dunia.

Di Indonesia tertinggi di dunia setelah India dan China. Masalah kesehatan tersebut semakin bertambah kompleks akibat komplikasi infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV tidak hanya mempersulit diagnosis TB tetapi juga meningkatkan insiden TB.

Dalam rangka upaya peningkatan pengendalian TB di wilyah khususnya DKI Jakarta dengan kasus penderita makin meluas antara TB dan HIV maka perlu juga dilakukan kegiatan dan pendekatan yang bersifat lebih komprehensif dan lintas lembaga atau organisasi sehingga diharapkan kerjasama ini akan lebih baik dan terintegrasi pada saat pelaksanaan kegiatan di masyarakat, Jaringan Kesejahteraan/Kesehatan Masyarakat (JKM) melalui Program Community Empowerment Of Pepople Against Tuberculosis (CEPAT PROGRAM) di Provinsi DKI Jakarta mengadakan “Diskusi dan Kolaborasi untuk TB – HIV Terintegrasi di Wilayah DKI Jakarta”, bertempat Di Hotel Gren Alia Cikini ( Ruang Anggrek, Lt.Dasar ) Jl. Cikini Raya No.46 – Jakarta Pusat. Narasumber dari diskusi ini yaitu Kurniawan Rachmadi, SKM, MSi, Pokdisus HIV-AIDS RSCM Jakarta, Dr Fathia dari RS Persahabatan Jakarta dan Yakub Gunawan, LSM Peduli AIDS (Red Institute).

Tujuan dari diskusi ini adalah menjalin kerjasama antar lembaga TB dan HIV dengan institusi Pemerintah, meningkatkan kapasitas dan peran serta lembaga TB dan HIV, memberikan edukasi kepada masyarakat agar mengetahui peran dan fungsinya dalam penanggulangan TB dan HIV serta menurunkan angka penularan TB dan HIV khususnya di Jakarta.

Program TB CEPAT-JKM ini merupakan bentuk peran aktif JKM (Jaringan Kesehatan/Kesejahteraan Masyarakat) terhadap program penanggulangan TB secara nasional. Program yang dilaksanakan JKM dengan dukungan USAID ini, focus pada populasi yang rentan akan TB dengan upaya memobilisasi dan memberdayakan masyarakat guna mencegah, mendeteksi dan mengobati TB, merujuk pasien TB MDR, dan TB-HIV serta mengurangi kekakuan pada system kesehatan agar pasien mendapat pelayanan yang berkualitas. (dit)