dr Delyuzar HarrisUntuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus TB di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, diperlukan penanganan khusus seluruh komponen masyarakat untuk peduli dengan kondisi ini.

Penanganan TB secara menyeluruh, kata Direktur Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) dr Delyuzar Sp.PA, melibatkan seluruh kalangan yang akan berdampak kepada pengurangan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan penyakit TB.

“Sebagai salah satu lembaga yang dipercaya USAID, JKM akan melaksanakan kegiatan seputar peringatan hari TB sedunia yang mengusung tema menjangkau 3 juta orang, menjangkau, mengobati dan menyembuhkan setiap orang,” ujar Delyuzar, Jumat (20/3).

Tujuan kegiatan ini, kata dia, menggugah kepedulian dan komitmen pemerintah tentang pengendalian TB. “Tujuan lainnya meningkatkan semangat kepedulian masyarakat terhadap pemberantasan TB. Menggalang kebersamaan dan solidaritas sosial di antara masyarakat untuk peduli TB dan menyosialisasikan informasi TB di tengah masyarakat,” tuturnya.

Peringatan TB sedunia ini, akan diisi dengan gerak jalan santai Minggu (22/3) di Taman Sri Deli, talkshow di radio Selasa (24/3), serta pembagian brosur dan pemasangan baliho mengenai informasi TB. “Nantinya kegiatan kita ini akan dilaksanakan kader. Di mana, penyampaian informasi TB ini melalui rumah ke rumah seperti di Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai, dan Tanjungbalai,” katanya.

Selain itu, JKM akan melaksanakan workshop bersama Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dalam rangka penanganan kasus TB pada anak di Sumut. “Nantinya dalam kegiatan tersebut akan dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama dalam penanggulangan TB dan kita juga akan memberikan penghargaan kepada kader dan petugas yang telah menjalani tugasnya dengan baik,” jelasnya.

Kepala Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran USU dr Lia Iswara mengatakan, sejauh ini peranan pemerintah dan layanan kesehatan sudah cukup baik dalam penanggulangan TB di tanah air. Hanya saja, saat ini petugas yang menjangkau penderita TB yang perlu diperbanyak. “Makanya kita juga akan mengajak masyarakat agar terlibat langsung dalam penanganan TB seperti memberikan informasi adanya penderita TB di wilayahnya,” sebutnya.

Hal ini dilakukan agar penderita dapat ditangani dan diobati dengan cepat. “Jika tidak diobati, dikhawatirkan dapat menularkan ke orang lain. Sebab, satu penderita TB dapat menularkan sebanyak 15 orang yang berada di sekelilingnya. Apalagi, TB ini merupakan penyakit menular peringkat pertama,” tandasnya.

Penderita TB, menurut Ahli TB JKM dr Juliandi Harahap, harus segera mendapatkan pelayanan dan diawasi dalam makan obat secara teratur.

“Penderita TB harus teratur minum obat selama enam bulan. Jika sampai berhenti atau putus obat, maka ini akan berdampak pada MDR TB. Di mana, bakteri TB dalam tubuhnya akan kebal terhadap obat,” tutur Juliandi.