Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) terus melakukan penanggulangan penyakit TB di masyarakat melalui program Community Empowerment of Peoples Against Tuberculosis (CEPAT). Direktur JKM, dr Delyuzar menyebutkan program CEPAT ini yakni melakukan mobilisasi dalam menggerakkan masyarakat agar sadar, mengetahui dan ikut serta dalam penanggulangan TB termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan mantan pasien TB.

“Dalam kegiatannya, masyarakat diberikan pengetahuan sehingga apabila mendapatkan gejala batuk lebih dari dua minggu apalagi disertai batuk berdarah, dan berat badan menurun disertai berkurangnya nafsu makan, sebaiknya waspada dan segera memeriksakan diri ke Puskesmas,” kata Delyuzar kepada wartawan, Jumat (21/11). Puskesmas, sebutnya, telah memiliki pemeriksaan laboratorium melalui mikroskopik sputum (dahak) penderita untuk diperiksa apakah mengandung kuman TB yaitu Mycobacterium Tuberculose atau tidak.

“Bila dalam pemeriksaan dinyatakan positif, akan diberikan pengobatan secara gratis di Puskesmas. JKM juga melatih kader untuk pencarian penderita untuk mendapat pengobatan, melatih tokoh informal dan petugas agar memberikan layanan sesuai standar pengobatan dan layanan yang berkualitas. Penderita juga diberi dukungan kalau perlu transportasi untuk berobat dan juga dukungan psikososial,” jelasnya.

Dalam meningkatkan keterlibatan berbagai pihak untuk mendukung program ini termasuk pendanaan, JKM melakukan advokasi kepada stakeholder termasuk pemerintah dan legislatif agar mengalokasikan dana APBD untuk program TB. “Sebab, semua funding luar suatu saat akan selesai dalam membantu program ini, agar pemerintah dan masyarakat supaya lebih mandiri,” ungkapnya.

Ke depan, berbagai pihak seperti ikatan alumni, para pengusaha dan berbagai pihak dapat melanjutkan dukungan program ini disamping obat-obatan, juga butuh transportasi penderita dan keluarga dalam akses layanan bahkan dukungan gizi agar lebih cepat sehat. Sementara itu, JKM Indonesia mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Medan atas kolaborasi yang baik untuk program Kesehatan di Kota Medan.

“JKM sebagai lembaga non pemerintah mempunyai komitmen untuk meningkatkan akses kesehatan untuk semua orang agar mendapat pelayanan berkualitas.

Pada saat ini JKM sedang bekerja untuk program CEPAT yang mendukung program pemerintah dalam penanggulangan TB, TB-HIV dan MDR-TB di 3 Propinsi seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat dan DKI Jakarta yang bekerjasama dengan Westat Amerika Serikat, USU, UI dan Unand yang didukung pendanaannya oleh USAID selama 5 tahun sampai 2017,” tutupnya.