# Boy ( Nama Disamarkan) 9 tahun, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang
Mendapatkan informasi dari lembaga Gugah Nurani Indonesia (GRI) yang mendampingi anak-anak di kawasan pemikiman Nelayan di Kelurahan Pasia Nan Tigo. Pihak GRI menemukan Boy umur 9 tahun kelas 3 SD dengan kondisi gizi buruk, ada infeksi di kulit dan batuk-batuk , dan membawanya puskesmas Lubuk Buaya dan kemudian di rujuk ke dokter spesialis anak di Rumah Sakit Yos Sudarso kemudian dirujuk ke Bagian Anak RS M. Jamil, setelah di lakukan test mantuk ditemukan TB+. Dokter mencurigai melihat infeksi oportunistik di kulit dan kandiasis di mulut maka dilanjutkan dengan test HIV, yang hasil testnya menyatakan Boy HIV+ .
GRI kemudian mengontak COD Padang melalui PKBI Sumbar, karena mereka tidak memahami penanganan penyakit komplikasi terutama pada anak-anak ini. Disepakati untuk menindaklanjuti dengan melakukan kunjungan ke rumah Boy pada tanggal 21 Agustus 2015. Dari informasi yang diterima dari ayah Boy, istrinya telah meninggal di Jakarta dan belum sempat diketahui sakit yang dideritanya karena ketika dibawa ke Rumah Sakit dalam kondisi kritis dan meninggal masih di IGD Rumah Sakit di jakarta. Setelah berkenalan dan menjelaskan tentang penyakit yang diderita anaknya, ayah Boy menjelaskan sewaktu menunggui anaknya yang di rawat di RS. M. Jamil dia juga demam, ketika itu dokter yang merawat di sana menyarankan agar Ayah Boy juga melakukan test HIV dengan ketiga anaknya yang lainnya. Hasil pemeriksaan menyatakan Ayah Boy HIV+ dan ketiga saudara Boy yang lainnya negative.
Dari diskusi dan konseling via telpon yang dilakukan berkali-kali COD menyarankan untuk Ayah Boy melakukan pemerikasaan ulang dan pengobatan lanjutan karena dia tidak yakin kalau HIV+, ayah Boy menyatakan harus segera kembali ke Jakarta karena dia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya di sebuah Rumah Makan. Selain itu si boy kondisinya membaik dan sudah mulai pengobatan TB serta IO (infeksi oportunistik) lainnya. Setelah mengetahui kalau tempat tinggal Ayah Boy berdekatan dengan klinik PKBI Jakarta, COD mencoba memfasilitasi agar Ayah Boy mau konselig dan test ulang HIV untuk mendapatkan pengobatan sebagaimana mestinya. Difasiltasi seorang konselor di PKBI DKI, Ayah Boy telah melakukan test ulang dan pemeriksaan laboratorium lengkap untuk mengetahui derajat kesehatannya, untuk tindakan pengobatan lebih lanjut. Dari kontak secara berkala dengan Ayah Boy diketahui, telah mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya dan telah tergabung dalam kelompok dukungan sebaya ODHA di Jakarta, disamping itu juga dikomunikasikan kondisi kesehatan Boy.
COD selanjutnya menghubungi dua dokter spesialis anak yang menangani Boy di RSUP M. Jamil Padang dan mendapatkan informasi kalau Boy akan melanjutkan pengobatan dengan pemberian Antiretroviral (ARV). Sementara itu kondisi tubuhnya mulai membaik, berat badan terus bertambah, infeksi pada kulit juga telah sembuh. Di rumah si Boy tinggal dengan nenek, adik ayahnya 2 laki-laki dan 3 saudaranya. Kepada kedua saudara ayahnya telah diberikan penjelasan situasi kesehatan Boy dan diperlukan pendampingan agar dua pengobatan jangka Panjang untuk TB dan HIV, penatalaksanaannya dapat berjalan sesuai protokol dari dokter. COD memberikan penjelasan secara lengkap tentang penyakit yang dialami Boy seperti TB, perhatian dan dukungan kepada ayah Boy dan adik-adik ayahnya. Ternyata berdampak kepada semangat mereka untuk kontrol pengobatan secara teratur ke rumah sakit karena mereka baru mengetahui bahwa sakit yang dialami, khususnya TB dapat disembuhkan asalkan minum obat secara dan dengan teratur meminum ARV maka akan mempercepat penyembuhan TB nya.
Saat ini Boy memasuki bulan ke 6 pemakaian obat TB dan lebih 3 bulan ARV, berat badannya dari 9 kg sekarang sudah menjadi 17 kg. Dapat bersekolah kembali dan bermain dengan kawan-kawan sebayanya di pinggir pantai Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah Padang. Adik ayah Boy secara teratur mengkonsultasikan Boy ke poli anak RSUP M. Jamil Padang. Untuk dukungan gizi dan bantuan biaya sekolah anak-anak miskin lembaga GNI terus memfasilitasi anak-anak di Kelurahan Pasia Nan Tigo ini. Kerja koloboratif yang telah dilakukan ini terasa sangat efektif untuk mendukung Boy dan keluarga kembali bangkit dan insya Allah sembuh, gembira bermain dan hidup sehat seperti anak-anak lainnya.