Saat ini menempati posisi ke 4 dunia dalam kasus Tuberculosis (TB). Untuk mengatasi hal itu Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) Kota Medan melaksanakan program yang disebut Community Enpowerment People Againts Tuberculosis (CEPAT) atau berdayakan masyarakat melawan TB.
kal yang dipercaya USAID untuk melaksanakan program itu selain kelompok gereja katolik di Papua dan LKNU,” tutur Ketua JKM Medan yang merupakan pusat JKM yang ada di 8 kota, dr Delyuzar SpPA baru-baru ini kepada wartawan di Medan.

Kata Delyuzar, ada 3 hal yang dilaksanakan dalam program CEPAT yaitu bagaimana memobilisasi masyarakat untuk mau datang berobat yang sebelumnya orang harus mengenal lebih dahulu. “Sehingga harus meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas dalam akses pelayanan,” tuturnya.

Jadi Program itu juga melakukan advokasi kepada pemerintah dalam hal anggaran. “Masih ada Pemda atau Pemkab yang belum mengalokasikan anggarannya untuk program TB, jadi pemerintah diadvokasi agar peduli termasuk legislatifnya. Jalurnya melalui tokoh masyarakat, tokoh agama juga kader yang bekerja,” terangnya.

Sedangkan, program CEPAT itu sendiri, dalam waktu dekat akan diresmikan dan difokuskan mendapatkan orang yang putus obat dan dibawa lagi ke RS Adam Malik untuk diperiksa kumannya. “Orang yang TB dan putus obat itukan disebut MDR TB atau Multi Drug Resisten TB atau yang TB-nya sudah resisten karena MDR TB ini mengancam nyawa penderitanya,” ujarnya.

Salah satu penyebab terjadinya MDR TB, dikarenakan penderitanya miskin dan tidak mempunyai ongkos untuk datang berobat atau mengambil obat. “Maka pasien yang tidak berdaya ini akan diberi ongkos dan diupayakan mendapatkan rujukan berobat gratis melalui advokasi kepada pemerintah dan legislatif,” bebernya.

Selain itu, tambahnya, bisa melatih petugas di klinik VCT tentang sistem DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) atau pengawasan langsung pengobatan jangka pendek dan melatih petugas TB dalam program DOTS untuk TB-HIV. “Program CEPAT untuk Sumut dilaksanakan di Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagei dan Tanjung Balai,” jelasnya.(khairunnas)