Tanjungbalai, (Analisa). Perayan Imlek Paguyubuan Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Tanjungbalai diisi de­ngan memberikan sosia­lisasi terhadap pen­tingnya warga Tionghoa untuk men­jaga kesehatan, terutama dari serangan penyakit Tuberco­lusis (TB).

Hal ini dinilai penting, se­bab saat ini Indoensia telah memasuki peringkat ke 2 di du­nia yang menjadi suspek TB dari peringkat ke 4 tahun lalu.

“Imlek merupakan tradisi memasuki ta­hun baru bagi warga Tionghoa sejak masa leluhur, momentum di awal tahun seperti ini setiap warga memiliki harapan untuk men­dapatkan kehidupan yang le­bih baik dari tahun sebelum­nya, bila dikaitkan de­ngan ke­hidupan sehari hari masya­rakat memer­lukan kesehatan, agar tidak terganggu dalam mencari nafkah, arti kesehatan itu penting memasuki tahun baru seperti ini,” ungkap Ke­tua PSMTI Tanjungbalai, Andi Asmara alias Taiping didampingi sekreta­risnya Leo Lapoulisa saat merayakan Imlek bersama 200 kepala ke­luarga warga Tiong­hoa sejah­tera di hotel Bengawan, Sabtu (21/2).

Dikatakannya, untuk mem­berikan infor­masi terhadap pentingnya warga mencegah penyebaran TB ini, PSMTI Tanjungbalai menggandeng Aktivis Jaringan Kesejah­teraan Kesehatan Masyarakat (JKM) Tan­jungbalai, agar warga benar benar me­ma­hami informasi terkait TB dari lem­baga yang dinilai telah ahli dan layak.

“Jadi kami berikan waktu di sela sela perayaan kepada JKM untuk menyampaikan informasi, terkait TB dengan metode pe­nyam­paian searah menggunakan dua baha­sa,” ujarnya

PSMTI Tanjungbalai, ka­tanya dalam merayakan tahun baru imlek ini selain mem­be­rikan sosialisasi kesehatan kepada masya­rakat Tionghoa juga tetap melaksanakan tradisi bagi bagi angpau. Hal ini untuk tidak mengurangi nilai imlek yang sudah dilak­sanakan sejak turun temurun. Selain itu, perayaraan juga diisi dengan makan bersama serta hiburan dari penampilan generasi muda Tionghoa Tan­jungbalai.

“Perayaan Imlek ini dilak­sanakan sede­mikian rupa, un­tuk memberikan banyak man­faat bagi masyarakat sehingga Tahun Kambing Kayu ini dapat memberikan keba­ha­gian dan kesejahteraan kepada seluruh warga termasuk Bang­sa Indone­sia,”ka­tanya.

Aktivis JKM Tanjungbalai, Abdul Salim mengatakan. setiap masyarakat diharapkan memiliki tingkat kesadaran terhadap pen­tingnya menjaga kesehatan, terutama dari geja­la penyakit yang menular se­perti TB paru. Apalagi saat ini Indonesia sudah masuk pe­ringkat ke 2 suspek TB di du­nia sudah pasti ini mengancam seluruh warga tanpa terke­cuali.

“Jadi apa yang dilakukan PSMTI Tan­jung­balai ini, me­manfaatkan momentum pera­yaan imlek untuk menyam­paikan pen­tingnya menjaga keluarga dari serangan virus TB tepat, dan patut mendapat apresiasi kiranya aktivitas se­perti ini juga dilakukan ele­men masyarakat lainnya se­hingga pro­gram pembe­ran­tasan TB ini menyebar di se­luruh kalangan,”tuturnya. (gsp)