Liputan6.com, Jakarta Perayaan selametan atau selamatan pada tanggal 1 Muharam biasanya dilakukan pada malam hari tanggal 1 Sura (Muharram).

KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya berjudul Misteri Bulan Suro, Perspektif Islam Jawa menyebutkan, selamatan umumnya dilakukan seusai mujahadah atau menghadirkan hati, berzikir, dan berdoa bersama dengan sepenuh hati yang dilakukan usai isya.

Selamatan dilakukan dengan membawa ubarampe nasi ambeng dengan lauk pauk rakyat, seperti sayur, tahu, tempe, dan sejenisnya sebagai simbol kesederhanaan, hidup apa adanya, menerima ketentuan Allah.

Inti perayaan ini, kata Sholikhin, agar Tuhan menghindarkan dari segala kejelekan dan nasib buruk dunia maupun akhirat. Sementara doa-doa yang biasanya dibaca adalah doa selamat dan tolak bala.

Ada juga sajian bubur merah dan putih yang disebut bubur “Hasan dan Husein” yang dibuat untuk menghormati dan memuliakan dua cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW putra dari Ali bin Abi Thalib dan Fathimah.

Akhir hidupnya tragis karena dianiaya Bani Umayah, yakni Khalifah Yazid bin Mu’awiyah, karena dianggap berpotensi mengancam kekuasaan, padahal selalu membela rakyat kecil yang lemah.

Hasan meninggal diracun, Husein dicincang, dan kepalanya diarak lalu digantung di gerbang kota sampai tiga hari. Seluruh anggota keluarganya dihabisi kecuali satu orang yang selamat, yakni Ali Zainal Abidin. Mereka wafat sebagai syuhada.

Diduga, pemuliaan masyarakat muslim Jawa ini terpengaruh ajaran Syiah yang dibawa sebagian anggota Wali Songo. Namun, di sisi lain sebagai upaya protes masyarakat bawah kepada penguasa atas ketidakberdayaan mereka. 

Saksikan juga video berikut: 

Isi dan Hak Cipta sepenuhnya milik sumber berita atau penulis.
Sumber : http://m.liputan6.com/health/read/3102651/selamatan-pada-1-sura-apa-saja-yang-dibawa