Dokter Michael mengaitkan tingginya penderita OA dengan kebiasaan olahraga lari yang kian happening, mulai dari jogging, maraton, sampai triathlon. Pria kelahiran 28 Oktober 1959 ini menyarankan agar masyarakat khususnya lansia, mencermati teknik lari yang baik.

“Lari adalah olahraga yang terlihat sepele, apalagi tidak mengeluarkan modal. Olahraga ini juga sangat memasyarakat, sehingga membuat pelari pemula untuk melakukan teknik lebih serius. Perlu diketahui, lari potensial menyebabkan benturan lutut dan engkel. Semakin porsi latihannya digenjot, kerja otot tulang sendi juga semakin berat,” papar penulis buku Langsing dan Sehat dengan Sports Therapy.

Berangkat dari tingginya ketidaktahuan masyarakat akan hal ini, dokter Michael memberi pencerahan yang menyejukkan. Ia berpesan jangan sampai niat seseorang untuk menjadi sehat malah menimbulkan masalah serius.

“Banyak orang berpikir, olahraga ringan bisa berdampak baik terhadap kesehatan. Kalau latihannya ditingkatkan, pasti akan jauh lebih menyehatkan. Ini yang salah dan harus digarisbawahi. Jangan sampai latihan fisik yang berat saat berlari, berdampak pada nyeri sendi bahkan serangan jantung. Pelari profesional yang sehat saja bisa meninggal mendadak, apalagi pelari baru yang minim pengetahuan,” terang Chief of Sports Medicine Department PB. PBSI ini.

Isi dan Hak Cipta sepenuhnya milik sumber berita atau penulis.
Sumber : http://health.liputan6.com/read/3102235/tingkat-ekonomi-individu-membaik-waspada-osteoarthritis